DI BALIK SETEGUK KOPI

(KARANGAN PERSUASI)
Sejak muncul pertama kali pada abad ke-9 di Etiopia, menyuruput kopi hingga kini menjadi bagian dari rutinitas bagi masyarakat di berebagai belahan dunia. Bahkan, kopi telah menjadi bagian dari gaya hidup dan media bersosialisasi dengan makin maraknya kedai kopi di setiap sudut kota. Dari yang sekala besar dengan konsep waralaba, hingga warung-warung kopi sederhana di pinggir jalan.
Kehidupan masyarakat Indonesia sendiri tidak bisa dilepaskan dari kehadiran warung kopi. Bagi sebagian masyarakat Indonesia, antara lain di Belitung, warung kopi tak dapat dipisahkan dari keseharian. Disinilah tempat yang meleburkan status, profesi, dan suku sehingga muncul rasa kebersamaan dan tenggang rasa yang tinggi di antara masyarakatnya. Semua orang bebas beropini mulai dari soal politik hingga rumah tanggga sendiri.
Setiap negara memiliki caranya masing-masing untuk menikmati minuman yang sebenarnya tidak terlihat menarik ini. Warnanya hanya hitam polos, tetapi memiliki rasa dan aroma yang khas sehingga membuat banyak orang kecanduan. Bagi orang Italia, misalnya, umumnya mereka tidak akan mengkonsumsi kopi setelah menyantap makanan, kecuali sarapan. Berbeda halnya dengan masyarakat di Indonesia pada umumnya yang tak punya jam-jam tertentu untuk menyuruput kopi.
Agar aroma dan rasanya keluar maksimal, kopi bubuk harus diseduh dengan air mendidih. Dengan demikian bubuk kopinya akan terseduh dengan baik sehingga memberi sensasi rasa yang tepat dan kualitas kopi pun bisa dirasakan. Lagipula, air yang tidak terlalu panas juga dapat membuat perut kembung.
Itu sebabnya, beberapa produksen kopi bubuk lokal memproduksinya dengan menyimpan biji kopi selama bertahun-tahun, ada yang hingga delapan tahun, sebelum doiolah. Hal tersebut dilakukan ntuk mengurangi kadar asam yang ditimbulkan kopi sehingga tidak membuat perut kembung atau meningkatakan asam lambung, terutama bagi mereka yang pencernaannya sensitif.
Alam dunia urban, minuman kopi sering mampir dibibir justru nama-nama asing, seperti caffe latte, espresso, atau cappuccino. Beragam jenis kopi ini pun memiliki efek tersendiri yang sebaiknya dikenali terlebih dahulu untuk mendapatkan sensasi yang diinginkan. Contoh, cappuccino menggabungkan dua rasa berkat dicampurnya kopi espresso dengan susu. Campurannya menjadikan cappuccino terlihat menarik dengan kumpulan busa yang menggoda, serta memiliki rasa yang ringan serta nyaman jika mengonsumsinya. Tak heran jika cappuccino punya banyak penggemar.

Sumber : Kompas (ADT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s