Jember Optimistis Menjadi Penghasil Kedelai Terbesar


Kedelai varietas rajabasa yang dikembangkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), yang mampu menghasilkan 2,6 ton per hektar, diharapkan membangkitkan kembali minat petani menanam kedelai. Sebelumnya, petani telah mengenal varietas mutiara yang menghasilkan 4 ton per hektar.

“Selama ini, produksi kedelai petani rata-rata hanya 1,5 ton hingga 1,6 ton per hektar dan luas areal tanaman setiap tahun hanya 13.564 hektar. Setelah ditemukan varietas yang memberi hasil produksi lebih banyak dari sebelumnya, saya yakin petani akan mencoba menanam yang memberi keuntungan lebih banyak,” tutur Hari Widjajadi pada panen raya kedelai di Desa Gambirono, Kecamatan Bangsalsari, Jember, Jawa Timur, Senin (10/10/2011).

Belakangan ini, petani mulai kurang tertarik menanam kedelai. Ini terbukti dari luas areal tanaman kedelai yang kian menurun. Pada tahun 1990-an, luas areal tanaman kedelai di Kabupaten Jember 35.000 hektar, sekarang hanya sekitar 13.564 hektar. Artinya, selama lebih 20 tahun terdapat penurunan minat yang siginifikan terhadap kedelai.

Dengan varietas baru yang dikembangkan oleh Batan maka diharapkan minat petani kembali muncul karena produksinya sangat tinggi. “Hasil nyata di lapangan menunjukkan, varitas rajabasa ini mampu memproduksi 2,6 ton per hektar. Umur tanaman hanya 90 hari,” kata Totti Tjipto Sumirat, Direktur Diseminasi Batan.

Menurut Totti, uji coba tanaman kedelai ini tergolong sukses karena melampui target yang dicanangkan Batan, yakni hanya sekitar 2 ton.

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Jember Abdul Halim menambahkan, varietas rajabasa diuji coba di lahan seluas 20 hektar di Kabupaten Jember, masing-masing 10 hektar di Kecamatan Bangsalsari, 5 hektar di Kecamatan Gumukmas, dan 5 hektar di Kecamatan Balung.

Produksi di tiga kecamatan itu sekitar 2,6 ton-2,7 ton per hektar. “Harapannya petani tertarik menanam varietas yang memberi hasil produksi sangat tinggi,” kata Halim.

Hari menyatakan, optimistis Kabupaten Jember bakal menjadi sentra kedelai nasional. “Bila areal 35.000 hektar seperti tahun 1990-an terulang lagi, Jember sebagai sentra kedelai nasional bakal menjadi kenyataan,” ungkap Hari.
sumber : kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s