PERTUMBUHAN EKONOMI

PERTUMBUHAN EKONOMI

Menurut Boediono : Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan output per kapita yang terus-menerus dalam jangka panjang. Sedangkan menurut Sadono Sukirno (1996:33), pertumbuhan dan pembangunan ekonomi memiliki definisi yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan salah satu indikator keberhasilan pembangunan. Dengan demikian makin tingginya pertumbuhan ekonomi biasanya makin tinggi pula kesejahteraan masyarakat, meskipun terdapat indikator yang lain yaitu distribusi pendapatan.

KONSEP PERTUMBUHAN EKONOMI

    A.Pertumbuhan ekonomi merujuk pada pertumbuhan GNP riil

Para pakar ekonomi merasa bahwa pertumbuhan ekonomi sebagai penyelesaian untuk mengatasi masalah kemiskinan. Pada tahun 1960-an pertumbuhan ekonomi merupakan penolong terhadap masalah-masalah kemiskinan dan distribusi pendapatan yang tidak merata. Pada tahun 1970-an di negara maju pertumbuhan juga diikuti dengan pencemaran udara, pencemaran lingkungan dan penurunan kualitas hidup.

    B. Pertumbuhan ekonomi dapat secara ekstensif maupun intensif

* Secara ekstensif
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu peningkatan output riil (GNP) sepanjang waktu

* Secara Intensif
Pertumbuhan ekonomi adalah suatu peningkatan output rill perkapita (GNP Per kapita) sepanjang waktu.

PENGUKURAN

Menurut M.Suparko dan Maria R.Suparko ada beberapa macam alat yang dapat digunakan untuk mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu :

I. Produk Domestik Bruto

PDB adalah jumlah barang dan jasa akhir yang dihasilkan dalam harga pasar. Kelemahan PDB sebagai ukuran pertumbuhan ekonomi adalah sifatnya yang global dan tidak mencerminkan kesejahteraan penduduk.

II. PDB per Kapita atau Pendapatan Perkapita

PDB per kapita merupakan ukuran yang lebih tepat karena telah memperhitungkan jumlah penduduk.jadi ukuran pendapatan perkapita dapat diketahui dengan membagi PDB dengan jumlah penduduk.

III. Pendapatan Per jam Kerja

Suatu negara dapat dikatakan lebih maju dibanding negara lain bila mempunyai tingkat pendpatan atau upah per jam kerja yang laebih tinggi daripada upah per jam kerja di negara lain untuk jenis pekerjaan yang sama.

Pertumbuhan ekonmi dikatakan meningkat apabila presentase kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) pada suatu periode lebih besar dari periode sebelumnya. Kenaikan PDB atau GNP tersebut tidak disertai perhitungan presentasenya terhadap tingkat pertumbuhan penduduk.

FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN EKONOMI

ü Tanah dan Kekayaan alam
Tanah dan kekayaan alam suatu negara meliputi luas tanah, kesuburan tanah, kondisi iklim, cuaca, kekayaan hasil hutan, dan kekayaan hasil barang tambang.

ü Kuantitas dan Kualitas Penduduk serta Tenaga Kerja
Pertambahan penduduk akan meningkat jumlah angkatan kerja yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kediatan produksi. Dengan pendidikan dan pelatihan yang memadai, akan menghasilkan sumber daya manusia yang terlatih dan terampil sehingga mampu menjadi pionir dalam pembangunan.

ü Kepemilikan Barang Modal
Pada masyarakat yang kurang maju, kepemilikan modal sangat berpengaruh dalam terjadinya kegiatan ekonomi.

Adapun peningkatan yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi antara lain :
a) meningkatakan efesiensi kegiatan produksi yang dapat menurunkan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas.
b) meningkatkan produksi barang atau jasa yang dihasilkan kaerna penemuan barang-barang baru
c) terciptanya barang dengan kualitas yang lebih baik tanpa meningkatkan biaya produksi.

ü Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknoligi terjadi karena ditemukannnya cara baru atau perbaikan atas cara-cara lama dalam nenangani pekerjaan-pekerjaan tradisional.

Tiga klasifikasi kemajuan teknologi :

a) kemajuan teknoligi yang bersifat netral (neutral technological progress)
terjadi apabila teknologi tersebut memungkinkan kita mencapai tingkat produksi yang lebih tinggi dengan menggunakan jumlah dan kombinasi faktor input yang sama.
b) kemajuan teknologi yang hemat tenaga kerja )labor saving technological progress)
kemajuan teknologi dapat berlangsung sedemikina rupa sehingga menghemat pemakaian modal atau tenaga kerja. Artinya penggunaan teknologi tersebut memungkinkan kita memperoleh output yang lebih tinggi dari jumlah input tenaga kerja atau modal yang sama dibandingkan dengan penggunaan banyak tenaga kerja.
c) kemajuan teknologi yang hemat modal ( capital saving technological progress)
kemajuan teknologi hemat modal merupakan fenomena yang langka.
Di negara-negara dunia ketiga yang berlimpah tenaga kerja tetapi langka modal, kemajuan teknologi hemat modal merupakan sesuatu yang paling diperlukan. Kemajuan teknologi juga dapat meningkatkan modal atau tenaga kerja.

ü Sistem Sosial dan Sikap Masyarakat
Sistem ini memegang peranan penting dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan karena masyarakat masih berpegang teguh pada adat istiadat setempat yang dianggap dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Teori – Teori Pertumbuhan Ekonomi

I. Teori Pertumbuhan Ekonomi Historis

a. Frederich list (1789 – 1846)

Tahap –tahap pertumbuhan ekonomi menurut Frederich Listber adalah tingkat –tingkat yang dikenal dengan sebutan Stuffen theorien (teori tangga). Adapun tahapan – tahapan pertumbuhan ekonomi dibagi 4 sebagai berikut :

1) Masa berburu dan mengembara
Pada masa ini manusia belum memenuhi kebutuhan hidupnya sangat menggantungkan diri pada pemberian alam dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri.

2) Masa bertenak dan bercocok tanam
Pada masa ini manusia sudah mulai berpikir untuk hidup menetap. Sehingga meraka bermata pencaharian beternak dan bercocok tanam.

3) Masa bertani dan kerajinan
Pada masa ini manusia sudah hidup menetap sambil memelihara tanaman yang mereka tanam, kerajinan hanya mengejar usaha sampingan.

4) Masa kerajinan, Industri, dan Perdagangan
Pada masa ini kerajinan bukan sebagai usaha sampingan melainkan sebagai kebutuhan untuk dijual kepasar, sehingga industri berkembang dari industri kerajiana menjadi industri besar.

b. Karu Bucher (1847 – 1930)

Tahap perkonomian dapat dibagi menjadi 4:

1) Rumah tangga tertutup
2) Rumah tangga kota
3) Rumah tangga bangsa
4) Rumah tangga dunia

c. Werner Sombart (1863 – 1947)

1) Perkapitalisme (Varkapitalisme)
2) Zaman kapitalis madya (buruh kapitalisme)
3) Zaman kapitalis raya (Hachkapitalismus)
4) Zaman kapitasis akhir (spetkapitalis)

II. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Berikut akan disajikan gambaran atas teori pertumbuhan ekonomi klasik, yaitu :

(1) Pertumbuhan ekonomi tergolong tinggi saat jumlah penduduk masih sedikit, persediaan barang modal cukup banyak dan tersedianya lahan tanah yang masih luas.
(2) Sedangkan pertumbuhan ekonomi tergolong tidak berkembang (stationary state) saat produktivitas penduduk menurun karena berkurang nya kapasitasproduksi sehingga kemakmuran masyarakat dan frekuensi kegiatan ekonomi pun ikut menurun.

III. Teori Pertumbuhan Ekonomi Klasik

Peranan pengusaha atau wirausahawan sangat berpengarug dalam pertumbuhan ekonomi. Itulah salah satu yang ditekankan oleh Schumpeter dalam teorinya.

Menurut Schumpeter, ketika tinggat kemajuan ekonomi semain tinggi maka kemungkinan untuk melakukan inovasi semakin terbatas. Sulitnya melakukan inovasi membuat pertumbuhan ekonom berjalan lambat hingga akhirnya berhenti pada titik tertentu yang dinamakan stationary state. Berbeda dengan aliran klasik yang berpendapat bahwa stationary state terjadi pada tingkat pertumbuhan ekonomi rendah, menurut Schumpeter bahwa keadaan stationary state terjadi pada saat tingkat pertumbuhan ekonomi tinggi.

IV. Teori Pertumbuhan Ekonomi NEOKLASIK

1) Teori Pertumbuhan Ekonomi Harrod – Domar

Ada 4 asumsi bahwa yang digunakan diteori ini dalam menganalisis faktor pendukung pertumbuhan ekonomi, yaitu sebagai berikut :
Ø Barang modal telah digunakan secara penuh.
Ø Besarnya tabungan proporsional dengan fluktuasi pendapat nasional.
Ø Perbandingan antara modal dan hasil produksi adalah tetap.
Ø Perekonomian hanya terdiri dua sektor(perekonomian tertutup)

Investasi yang terjadi pada tahun tertentu akan menyababkan peningkatan barang barang modal pada tahun berikutnya. Agar seluruh penambangan barang modal tersebut digunakan seluruhnya maka total pengeluaran harus meningkat sebesar penambangan barang modal tersebut. Kenaikan total pengeluaran akan menyababkan kenaikan pendapatan nasional (PBD).

2) Teori Pertumbuhan Ekonomi SOLOW

Berdasarkan teori pertumbuhan neoklasik yang dikembangkan oleh Abramovitz dan Solow , pertumbuhan ekonomi tergantung pada perkembangan faktor produksi. Bisa juga dikatakan bahwa teori ini lebih melihat dari sisi penawaran atau sisi produksi.

Berdasarkan teori ini, ada tiga faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yaitu :

Ø Pertumbuhan modal
Ø Pertumbuhan penduduk
Ø Pertumbuhan teknologi

Dari ketiga faktor tersebut, faktor pertumbuhan teknologi dianggap sebagai faktor yang paling menentukan pertumbuhan ekonomi.

V. Teori Pertumbuhan Ekonomi ROSTOW

Menurt Rostow, pertumbuhan ekonomi terdiri atas beberapa tahap berikut :

1) Perekonomian Tradisional (The Traditional Society)

Ciri-ciri perekonomian pada tahap ini, yaitu :
a. Teknologi yang digunakan masih sangat sederhana.
b. Produksi yang dihasilkan rendah dan hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri.
c. Kegiatan produksi dilakukan secara tradisional.

2) Perekonomian Transisi (The Precondition dor Take Off)

Ciri-ciri perekonomian pada tahap ini, yaitu:
a. Timbulnya pemikiran mengenai pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan.
b. Terjadinya perubahan nilai-nilai dan struktur.
c. Perekonomian mulai menciptakan kerangka ekonomi yang kokoh untuk mencapai tingkat perekonomian yang lebih maju.

3) Perkonomian Lepas Landas (The Take Off)

Ciri-ciri suatu perekonomian pada tahap ini, yaitu :
a) Kegiatan ekonomi berlangsung secara terus menerus dengan hasil yang memuaskan.
b) Nilai investasi yang bersifat produktif meningkat sebesar sepuluh persen dari nilai produk nasional netto.
c) Terciptanya kondisi yang dapat membuat semua lembaga dapat berfungsi sesuai dengan harapan masyarakat.
d) Terciptanya kestabilan dibidang politik dan sosial.

4) Perekonomian Menuju Kedewasaan (The Drive to Maturity)

Ciri-ciri suatu perekonomian pada tahap ini, yaitu :
a) Tenaga kerja yang terlibat dalam perekonomian bersifat professional.
b) Berkurangnya sektor pertanian, sedangkan sektor industri dan jasa memiliki peranan yang semakin penting.
c) Adanya perubahan struktur keorganisasian pada perusahaan. Dimana pemilik perusahaan, manajer, serta karyawan saling bekerja sama dalam menentukan suatu keputusan.
d) Timbulnya kesadaran di dalam masyarakat untuk memelihara dan melestarikan lingkungan.

5) Perekonomian dengan Tingkat Konsumsi yang Tinggi (The Age of High Mass Consumtion)

Ciri-ciri suatu perekonomian pada tahap ini, yaitu :
a) Sektor industri telah berjalan dengan baik.
b)Tujuan utama konsumsi masyarakat adalah untuk meningkatkan arti hidup, sehingga masyarakat lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan tersier dibandingkan kebutuhan primer atau sekunder.
c) Timbulnya usaha – usaha untuk menciptakan kesejahteraan yang merata.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s