INFLASI

INFLASI
Masalah yang dihadapi oleh perusahaan selain dari persaingan bisnis, tingkat penjualan, iklim usaha, restriksi pemerintah terdapat masalah lain yang sangat berpengaruh terhadap kinerja atau produktifitas perusahaan khususnya perusahaan yang berorientasi kepada ekspor yaitu masalah inflasi.

Inflasi dapat didefinisikan sebagai suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku dalam suatu perekonomian. Tingkat inflasi (persentasi pertambahan kenaikan harga) berbeda dari satu periode ke periode lainnya dan berbeda pula dari suatu Negara dengan Negara lain.

Menurut para pakar beberapa pengertian mengenai inflasi :
1. Menurut Nopirin
Proses kenaikan harga-harga umum barang-barang secara terus menerus selama peride tertentu.
2. Menurut Samuelson dan Nordhaus
Inflasi dinyatakan sebagai kenaikan harga secara umum. Jadi tingkat inflasi adalah tingkat perubahan harga secara umum yang dapat dinyatakan dengan rumus sebagai berikut:
Rate of inflation (year t) = Price level (year t)- price level (year t-l) :Price level
(year t-l)
3. Menurut Sukirno
Inflasi yaitu, kenaikan dalam harga barang dan jasa, yang terjadi karena permintaan bertambah lebih besar dibandingkan dengan penawaran barang di pasar. Dengan kata lain, terlalu banyak uang yang memburu barang yang sedikit. Inflasi menunjuk pada harga-harga lain (harga perdagangan besar, upah, harga, asset, dan sebagainya)

JENIS-JENIS INFLASI
1. Berdasarkan tingkat keparahan :
a. Inflasi ringan, yaitu inflasi dengan laju kurang dari 10% per tahun. Inflasi jenis ini masih dianggap wajar.
b. Inflasi sedang, yaitu inflasi antara 10%-30% per tahun. Inflasi jenis ini perlu diwaspadai karena bisa meningkat ke tingkat yang lebih parah.
c. Inflasi berat, yaitu inflasi antara 30%-100% per tahun
d. Hiper inflasi, yaitu laju inflasi yang melebihi 100% per tahun.

2. Berdasarkan Penyebab Awal Inflasi :
a. Demand-Pull Inflation
Karena kelebihan permintaan barang/jasa tidak dapat dilayani oleh kapasitas produsen sehingga keseimbangan antar permintaan dan penawaran terganggu dan mengakibatkan harga naik
Inflasi Tarikan Permintaan ( Demand-Pull Inflation)
b. Cost-Push Inflation
Terjadi Karena adanya kenaikan biaya produksi terutama tingkat upah dapat mengakibatkan berkurangnya jumlah penawaran barang.

Cost push inflastion dibedakan atas dua macam :
a. Inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga (price push inflation), karena kenaikan harga bahan baku. Missal : peningkatan harga BBM akan berakibat kenaikan biaya transportasi hampir seluruh jenis barang sehingga menaikan harga jual.
b. Inflasi yang disebabkan karena kenaikan upah/gaji ( warge cost push inflation), missal : karena kenaikan gaji pegawai negeri yang diikuti oleh usaha-usaha swasta, maka harga barang akan naik.

COST PUSH INFLATION
Gambar di atas menunjukkan proses kenaikan biaya produksi dan harga produksi serta penurunan jumlah produksi total secara terus-menerus, akibatnya terjadilah.Cost Push Inflation. Kenaikan biaya produksi akan menggeser kurva penawaran total dari AS1menjadi AS2.

Dampaknya, harga produksi juga mengalami kenaikan dari P1 menjadi P2 dan produksi total turun dari QFE menjadi Q2. Kenaikan harga yang terus berlanjut tersebut akan menggeser kurva AS2 menjadi AS3, sedang harga mengalami kenaikan dari P2 menjadi P3 dan produksi akan turun dari Q1 menjadi Q2. Kondisi demikian disebut dengan Cost Push Inflation.

3. Berdasarkan asal inflasi
a. Inflasi yang berasal dari luar negeri
Inflasi ini merupakan akibat dari adanya inflasi yang berasal dari luar negeri, yaitu akibat adanya hubungan/kerjasama ekonomi internasional yang semakin maju. Inflasi ini muncul terutama di Negara yang masih menggantungkan pemenuhan kebutuhannya pada luar negeri.
Inflasi yang berasal dari luar negeri dibedakan menjadi dua :
• Inflasi dari luar negeri secara langsung.
Contoh : adanya kenaikan harga barang-barang impor.
• Iflasi dari luar negeri secara tidak langsung.
Contoh : pemerintah dengan sengaja menaikan harga barang produksi dalam negeri dalam rangka menyesuaikan harga barang impor.

b. Inflasi yang berasal dari dalam negeri
Inflasi ini disebabkan oleh beberapa factor yang berasal dari dalam negeri. Misalnya gagal panen, pemerintah mencetak uang baru untuk menutup deficit anggaran, kebijaksanaan Uang longgar dan sebagainya.

PENYEBAB INFLASI
Sejak dulu gejala inflasi selalu dihubungkan dengan jumlah uang yang beredar. Tetapi untuk mengetahui sebab-sebab timbulnya inflasi dan menentukan kebijakan unuk mengatasinya sangat sulit.

Faktor-faktor terjadinya inflasi di Indonesia adalah :
• Faktor moneter, oleh sebab itu perlu dikendalikan instrument moneter yang dimiliki BI, termasuk jumlah uang yang beredar.
• Adanya perubahan atas administrasi prices, yaitu harga barang dan jas tertentu yang tingkat harganya ditentukan secara sepihak oleh pemerintah atau BUMN, seperti listrik, air , telepon, dan SPP.
• Fenomena supply shock, misalnya kekeringan, wabah ternak, gagal panen (dari sisi domestik), dan naiknya suku bunga internasional serta harga minyak dunia (dari sisi internasional).

TEORI INFLASI

1. Teori Inflasi Klasik
Teori ini berpendapat bahwa tingkat harga terutama ditentukan oleh jumlah uang beredar, yang dapat dijelaskan melalui hubungan antara nilai uang dengan jumlah uang, serta nilai uang dan harga. Bila jumlah uang bertambah lebih cepat dari pertambahan barang maka nilai uang akan merosot dan ini sama dengan kenaikan harga. Jadi menurut Klasik, inflasi berarti terlalu banyak uang beredar atau terlalu banyak kredit dibandingkan dengan volume transaksi maka obatnya adalah membatasi jumlah uang beredar dan kredit. Pendapat Klasik tersebut lebih jauh dapat dirumuskan sebagai berikut :
Inflasi = f(jumlah uang beredar, kredit)

2. Teori Inflasi Keynes
Teori ini mengasumsikan bahwa perekonomian sudah berada pada tingkat full employment.Menurut Keynes kuantitas uang tidak berpengaruh terhadap tingkat permintaan total, karena suatu perekonomian dapat mengalami inflasi walaupun tingkat kuantitas uang tetap konstan. Jika uang beredar bertambah maka harga akan naik. Kenaikan harga ini akan menyebabkan bertambahnya permintaan uang untuk transaksi, dengan demikian akan menaikkan suku bunga. Hal ini akan mencegah pertambahan permintaan untuk investasi dan akan melunakkan tekanan inflasi.
Analisa Keynes mengenai inflasi permintaan dirumuskan berdasarkan konsep inflationary gap. Menurut Keynes, inflasi permintaan yang benar-benar penting adalah yang ditimbulkan oleh pengeluran pemerintah, terutama yang berkaitan dengan peperangan, program investasi yang besar-besaran dalam kapital sosial. Dengan demikian pemikiran Keynes tentang inflasi dapat dirumuskan menjadi :
Inflasi = f(jumlah uang beredar, pengeluaran pemerintah, suku bunga, investasi)

3. Teori Inflasi Moneterisme
Teori ini berpendapat bahwa, inflasi disebabkan oleh kebijaksanaan moneter dan fiskal yang ekspansif, sehingga jumlah uang beredar di masyarakat sangat berlebihan. Kelebihan uang beredar di masyarakat akan menyebabkan terjadinya kelebihan permintaan barang dan jasa di sektor riil. Menurut golongan moneteris, inflasi dapat diturunkan dengan cara menahan dan menghilangkan kelebihan permintaan melalui kebijakan moneter dan fiskal yang bersifat kontraktif, atau melalui kontrol terhadap peningkatan upah serta penghapusan terhadap subsidi atas nilai tukar valuta asing. Sehingga teori inflasi menurut Moneterisme dapat dinotasikan sebagai berikut :
Inflasi = f(kebijakan moneter ekspansif, kebijakan fiskal ekspansif)

4. Teori Ekspektasi
Menurut Dornbusch, bahwa pelaku ekonomi membentuk ekspektasi laju inflasi berdasarkan ekspektasi adaptif dan ekspektasi rasional. Ekspektasi rasional adalah ramalan optimal mengenai masa depan dengan menggunakan semua informasi yang ada. Pengertian rasional adalah suatu tindakan yang logik untuk mencapai tujuan berdasarkan informasi yang ada. Artinya secara sederhana teori ekspektasi dapat dinotasikan menjadi :
Inflasi = f(ekspektasi adaftif,ekspektasi rasional)

Dampak inflasi terhadap kegiatan ekonomi masyarakat
Inflasi sangat merugikan masyarakat karena dapat mengakibatkan :
• Orang cenderung menyimpan kekayaan dalam bentuk harta tetap daripada dalam bentuk tabungan uang.
• Tidak adanya simpanan (investasi) berupa uang tunai.
• Pengusaha enggan untuk melakukan investasi.
• Daya beli masyarakat menurun karena nilai uang turun.

Lebih spesifik lagi pihak-pihak yang terkena inflasi antara lain :
1. Orang-orang yang berpenghasilan tetap
Seperti guru, karyawan tetap, tentara, pegawai swasta, polisi, dengan adanya inflasi , arga barang akan meningkat sementara gaji mereka tetap. Dengan demikian pendapatan riil merosot karena dengan jumlah gaji yang diterima hanya akan mendapatkan lebih sedikit barang atau jasa.
2. Orang-orang yang berpenghasilan tidak tetap
Orang-orang yang tidak memiliki penghasilan tetap mungkin tidak begitu berpengaruh Terhadap inflasi sebab mereka bisa meminta upah yang mengikuti inflasi. Contoh , seniman bisa menjual lukisannya sesuai dengan inflasi
Tetapi untuk jangka panjang, inflasi juga dapat merugikan ereka yang berpenghasilan tidak tetap. Contoh, pedagang akan kesulitan mendapatkan pelanggan yang mampu membeli dagangannya.

KEBIJAKAN YANG DAPAT DI AMBIL UNTUK MENGHADAPI INFLASI
Inflasi tentunya harus diatasi dan untuk mengatasinya dapat dilakukan pemerintah dan otoritas monoter dengan cara melakukan beberapa kebijakan yang menyangkut bidang moneter, fiskal dan non moneter. Adapun penjelasan kebijakan tersebut akan diuraikan di bawah ini.

1. Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal. Untuk menjalankan kebijakan ini Bank Indonesia menjalankan beberapa politik/kebijakan yaitu politik diskonto, politik pasar terbuka dan menaikan cash ratio.
a. Politik Diskonto ditujukan untuk menaikkan tingkat bunga karena dengan bunga kredit tinggi maka aktivitas ekonomi yang menggunakan dana pinjaman akan tertahan karena modal pinjaman menjadi mahal.
b. Politik Pasar Terbuka dilakukan dengan cara menawarkan surat berharga ke pasar modal. Dengan cara ini diharapkan masyarakat membeli surat berharga tersebut seperti SBI yang memiliki tingkat bunga tinggi, dan ini merupakan upaya agar uang yang beredar di masyarakat mengalami penurunan jumlahnya.
c. Cash Ratio artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikkan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang

2. Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang berhubugan dengan finansial pemerintah. Bentuk kebijakan ini antara lain :
a. Pengurangan pengeluaran pemerintah, sehingga pengeluaran keseluruhan dalam perekonomian bisa dikendalikan
b. Menaikkan pajak, akan mengakibatkan penerimaan uang masyarakat berkurang dan ini berpengaruh pada daya beli masyarakat yang menurun, dan tentunya permintaan akan barang dan jasa yang bersifat konsumtif tentunya berkurang.

3. Kebijakan Non-Moneter dapat dilakukan dengan cara menaikan hasil produksi, kebijakan upah dan pengawasan harga dan distribusi barang.
a. Menaikan hasil produksi, cara ini cukup efektif mengingat inflasi disebabkan oleh kenaikan jumlah barang konsumsi tidak seimbang dengan jumlah uang yang beredar. Oleh karena itu pemerintah membuat prioritas produksi atau memberi bantuan (subsidi) kepada sektor produksi bahan bakar, produksi beras.
b. Kebijakan upah, tidak lain merupakan upaya menstabilkan upah/gaji, dalam pengertian bahwa upah tidak sering dinaikkan karena kenaikan yang relatif sering dilakukan akan dapat meningkatkan daya beli dan pada akhirnya akan meningkatkan permintaan terhadap barang-barang secara keseluruhan dan pada akhirnya akan menimbulkan inflasi.
c. Pengawasan harga dan distribusi barang dimaksudkan agar harga tidak terjadi kenaikan, hal ini seperti yang dilakukan pemerintah dalam menetapkan harga tertinggi (harga eceran tertinggi/HET).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s