Areal Sawah Menyusut

Perubahan Tata Guna Lahan Masalah Serius

Pada gambar diatas para petani menanam padi pada hamparan sawah di Beji, Pasuruan Jawa Timur. Produksi padi pada musim panen rendeng tahun ini di Pulau Jawa 5-10 % karena kegagalan tanaman padi dalam penyerbukan akibat angin kencang dan hujan lebat.

Luas sawah di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo menurn tajam dalam 10 tahun terakhir. Hal ini berdampak pada penurunan produksi beras yang dikhawatirkan akan berdampak pada ketahanan pangan masyarakat kedua daerah tersebut.

Contohnya di Sulut, luas wilayah irigrasi menyusut 35%, dari semula 64.000 hektar, kini tinggal 42.000 hektar. Di Gorontalo dari 46.000 hektar sawah, sebagian telah beralih fungsi menjadi perumahan.
Data Badan Puat Statistik Provinsi Gorontalo menyebutkan, laju pertumbuhan gedung tertinggi sepanjang tahun 2010, yaitu 11,69%, sedangkan sektor pertanian terendah, yaitu 41%.

Penurunan luas sawah menjadi masalah serius karena terjadi saat sejumlah negara penghasil beras di dunia seperti Thailand dan Vietnam, menghentikan ekspr beras untuk menjaga stok dan kebutuhan dalam negeri mereka ujar Dr Rino Rogi, pengamat pertanian dari Universitas Sam Ratulangi, Sulawesi Utara.

Tidak capai target
Produksi beras nasional juga cenderung turun karena hasil panen di sejumlah daerah menurun akibat cuaca ekstrem. Hujan dan angin kencang menggangu proses penyerbukan tanaman,belum lagi serangan hama dan penyakit.

sumber:kompas.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s